Beberapa hari yang lalu, di pagi hari dikejutkan dengan kejadian dimana Papa tidak bisa menutup mata, dan mulut ketarik. Hhhmmm sempet dibuat ketakutkan diriku saat itu. Hanya berharap itu bukan stroke. Beberap jam kemudian, setelah itu saya buka buka web dan mencari informasi mengenai mulut ketarik atau stroke dan sejenis itu. Dan menemukan beberapa artikel cukup banyak. Dan menemukan informasi yang cukup untuk mengetahui gejala penyakit tersebut. Dan menemukan penyakit yang bernama Bell’s Palsy dan tidak ada hubungannya dengan stroke.
Bell’s palsy adalah penyakit yang menyerang saraf wajah sehingga melumpuhkan saraf otot pada wajah di salah satu sisi. Ditandai dengan susahnya menggerakkan otot wajah dibagian yang terserang, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup dan sebagainya.
Penyebab Bell’s Palsy Bell’s Palsy disebabkan terjadinya peradangan pada sel-sel saraf fasialis, peradangan ini mengakibatkan sel-sel saraf mengalami pembengkakan, akibatnya fungsinya terganggu. Peradangan (inflamasi) ini sendiri dapat diakibatkan oleh infeksi virus seperti herpes zoster, dan kondisi dingin karena terpapar angin yang berlebihan. Mekanisme dari penyebab yang terakhir ini belum diketahui. Fungsi saraf fasialis sendiri mengendalikan otot-otot wajah, sehingga kita dapat mengekspresikan kegembiraan kita dengan senyum dan tertawa, dan mengekspresikan kesedihan dengan ekspresi cemberut. Selain ekspresi wajah, saraf fasialis juga mengendalikan menutupnya kelopak mata kita, otot-otot pengunyah saat makan, dan pengeluaran air liur ketika mencium aroma lezatnya makanan.
Bagaimana menentukan sisi yang lumpuh?
Kita mungkin mengetahui bila mulut mencong berarti ada kelumpuhan saraf di wajah, namun tidak semua tahu, mana sisi wajah yang lumpuh, dan mana yang masih normal. Sebenarnya membedakannya tidaklah sulit, prinsipnya bila otot masih normal, ia akan dapat berkontraksi (memendek), artinya otot tersebut cenderung menarik. Jadi, sudut bibir yang tertarik ke atas saat penderita diperintahkan senyum, maka bagian itulah yang masih sehat, sedangkan bagian sudut bibir yang turun berarti sisi yang lumpuh. Pada gambar diatas diperlihatkan penderita yang mengalami lumpuh nervus VII perifer sebelah kiri.
Bagaimana gejala Bell’s palsy?
Terganggunya saraf fasialis pada Bell’s palsy akan mengakibatkan gejala berikut:
1. ekspresi muka datar (emosi yang diperlihatkan mimik wajah tidak jelas),
2. mata pada sisi yang lumpuh tidak dapat menutup, sehingga mata akan berair, 3
. kesulitan mengunyah makanan karena lumpuhnya otot-otot pengunyah di daerah wajah,
4. berkurangnya sensasi terhadap makanan,
5. mulut kering karena berkurangnya air liur.
6. Sering terjadi penetesan air liur (drooling / ngeces/ ngacai) lewat sudut bibir saraf bagian saraf yang rusak walaupun pada penderita dengan kelumpuhan saraf fasialis air liur berkurang, hal ini diakibatkan oleh karena sisi mulut dimana saraf yang terganggu tidak dapat menutup sempurna.
Perbedaan mulut mencong pada stroke dan bell’s palsy:
Stroke
• Biasanya disertai dengan kelumpuhan atau kelemahan anggota Gerak
• Dapat disertai dengan penurunan kesadaran (pingsan),dan sakit kepala
• Dapat disertai gangguan bicara ( kata-kata dalam satu kalimat letaknya tidak beraturan)
Bell’s palsy
• Tidak disertai dengan kelumpuhan anggota badan lain
• Tidak disertai dengan penurunan kesadaran
Biasanya penderita terkena Bell’s palsy setelah bepergian jauh dengan kendaraan dan terkena terpaan angin yang lama. Bagian wajah yang mengalami kelumpuhan biasanya sebelah dimana angin menerpa, sebagai contoh, seorang supir truk yang menyetir di sebelah kanan, dengan kaca jendela terbuka akan mengalami kelumpuhan pada wajah sebelah kanan.
Selain gejala, gejala yang telah disebutkan diatas, ada pemeriksaan sederhana untuk membedakan antara mulut mencong karena stroke dan bell’s palsy yaitu:
Apabila penderita dapat mengerutkan dahi pada sisi yang lumpuh, maka penderita tersebut terkena serangan stroke, sedangkan bila penderita tidak dapat mengerutkan dahi pada sisi yang lumpuh, maka keadaan tersebut merupakan Bell’s Palsy.
Berbahayakah Bell’s palsy?
Tidak seperti serangan stroke, umumnya Bell’s palsy tidak berbahaya, kelumpuhan wajah biasanya hanya sementara, penderita dapat pulih dalam 2 minggu, atau lebih cepat bila diterapi dengan terapi yang tepat.
Pengobatan Bell’s Palsy
Bila anda terkena gejala-gejala mirip dengan yang diungkapkan diatas, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Bila Dokter menduga penderita mengalami Bell’s palsy, biasanya dokter akan memberi obat-obatan sebagai berikut:
1. Karena dugaan Bell’s palsy disebabkan oleh infeksi virus herpes zoster, maka dokter akan memberikan obat-obatan anti viral seperti acyclovir.
2. Obat-obatan anti inflamasi golongan kortikosteroid seperti prednisone akan diberikan untuk mengurangi pembengkakan saraf fasialis yang disebabkan peradangan.
Biasanya, selain obat-obatan, penderita dianjurkan untuk melakukan fisioterapi pada dokter ahli Rehabilitasi Medik untuk mempercepat kepulihan.
Akupuntur, juga mulai dipercaya dapat mengembalikan fungsi dari saraf fasialis.
Bagaimana mencegah Bell’s palsy?
Seperti disarankan oleh Dokter Syaraf agar Bell’s Palsy tidak mengenai anda, cara-cara yang bisa ditempuh adalah :
1. Jika berkendaraan motor, gunakan helm penutup wajah full untuk mencegah angin mengenai wajah.
2. Jika tidur menggunakan kipas angin, jangan biarkan kipas angin menerpa wajah langsung. Arahkan kipas angin itu ke arah lain. Jika kipas angin terpasang di langit-langit, jangan tidur tepat di bawahnya. Dan selalu gunakan kecepatan rendah saat pengoperasian kipas.
3. Kalau sering lembur hingga malam, jangan mandi air dingin di malam hari. Selain tidak bagus untuk jantung, juga tidak baik untuk kulit dan syaraf.
4. Bagi penggemar naik gunung, gunakan penutup wajah / masker dan pelindung mata. Suhu rendah, angin kencang, dan tekanan atmosfir yang rendah berpotensi tinggi menyebabkan Anda menderita Bell’s Palsy.
5. Setelah berolah raga berat, JANGAN LANGSUNG mandi atau mencuci wajah dengan air dingin.
6. Saat menjalankan pengobatan, jangan membiarkan wajah terkena angin langsung. Tutupi wajah dengan kain atau penutup. Takut dibilang “orang aneh”? Pertimbangkan dengan biaya yang Anda keluarkan untuk pengobatan.
Source :
http://afiat-sehatwalafiat.blogspot.com
wikipedia
10 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI


bolehkah penderita penyakit bell’s palsy dipijit?maksud saya pijit syaraf?saya dua hari ini menderita penyakit yang dijelaskan dalam artikel ini..dokterpun sudah berkata demikian sama dgn artikel ini…tp yg blm saya tahu,apakah saya boleh pijit syaraf?mohon dijelaskan…
terima kasih
Terima kasih,
Menurut pengalaman dari Ayah saya sendiri dan konsultasi dengan dokter syaraf, saya dapat menyimpulkan lebih baik konsultasi ke dokter terlebih dahulu, karena ada golongan untuk penyakit ini. Dipijat ataupun diterapi masih memungkinkan jika si penderita masih dalam golongan penyakit ringan. Biasanya diterapi 3x dalam seminggu, dan berkangsung sekitar 1 bulan. Dan jika terlambat konsultasi akan semakin memburuk dan sesegera mungkin diterapi / pijat rata” akan sembuh kembali seperti semula. Jadi, kesimpulan saya memang terapi muka / pijit muka.
Semoga informasi ini cukup, dan jangan terlambat.
regd,
Allen
Bapak saya sdh hampir 4 bulan ini mengindap sakit mulut bapak saya perot,Űϑάĥ terapi dirumah sakit tidak sembuh sehingga bapak saya memutuskan untuk pijat wajah alhasil kepala bapak saya yang dulunya berat dan pusing jika dibawa jalan sekarang Űϑάĥ mending tetapi mata sebelah kanan masih tidak bisa dipejamkan secara sempurna dan pipi sebelah kanannya terturun dan seperti saraf wajahnya tidak ada, mohon saran dan solusinya.
Mungkin saya sarankan ke dokter saraf terlebih dahulu. Kalau Ayah saya karena pada saat itu belum sembuh, maka dokter memutuskan untuk cek MRI di bagian kepala, dan terdapat virus yang menyarang di bagian kepala, dan ini yang membuat pada saat itu tidak bisa menutup mata saat tidur. Dan setelah mengetahuinya, dokter memberikan obat dan tetap melakukan terapi. Mungkin ini yang bisa saya bantu saran dan informasi yang saya berikan.
Boleh minta info gak terapinya dimana & kira2 brp biayanya… saya pernah mengalami hal tsb tp setelah pijat wajah bisa sembuh tp sptnya tdk sembuh 100%
Kebetulan Ayah saya dulu di dokter rumah sakit Jakarta, belakang Plaza Semanggi. Bisa konsultasi terlebih dahulu pada dokter syaraf. Menurut pengalaman Ayah saya, ketika dipijat masih belum sembuh, akhirnya dokter memutuskan untuk cek MRI di bagian kepala, sehingga mengetahui penyebabnya, dan setelah itu dokter memberikan tindakan lanjut, pemberian obat, terapi di rumah sakit dan terapi secara diri sendiri. Semoga dapat membantu,
Regard’s
HI Bro, thanks for the note. I learn a new thing.
Okay… sama”
Salam kenal
Mau tanya mas..3 minggu yg lalu saya kecelakaan.. mengalami pendarahan otak dan stlh itu saraf wajah bagian kanan terganggu hingga menimbulkan gejala2 di atas.. antara lain mata kanan tak bisa menutup sehingga terasa kering dan pedih, telinga kanan jg terganggu spt tersumbat, klo senyum hanya ujung kiri mulut yg terangkat. apa hubungannya bell passy dg kecelakaan ya? trus gmn pengobatannya? banyak yg sarankan dikompres air hangat, dipijit dan diberi obat sinsai Yunan Baiyo utk melancarkan peredaran darah..apakah saran itu benar? makasih seblmnya.
Kalo dari cerita yang ditulis, saya masih belum bisa menjawab nya apakah termasuk bell’s palsy atau bukan. Apakah hingga sekarang masih belum sembuh ? Mungkin dapat dicoba untuk olahraga sendiri, menggerakan saraf” yang ketarik di sekitar mata tersebut. Dan tentunya lebih baik konsultasi ke dokter saraf untuk lebih jelas dan puas tentunya. Semoga dapat membantu dari jawaban yang saya sampaikan. Saya tunggu kabar selanjutnya. Semoga lekas sembuh
regards,
Allen